• Google
  • garudaku
  • Langgar

  • Kasus Pelanggaran

  • a

  • Pembelaan Terakhir

    Yasa di Polisi
    beebread di Klakson
    galuhkusumadewi di Sekolah
    modus kejahatan di Klakson
    yelda di Langgar
    indra kh di Klakson
    Alfiyan di Si Pelanggar
    Alfiyan di Si Pelanggar
    emulty di Klakson
    Aruel di Busway
    GajiKecil di Pajak
    masmintar di Klakson
    aze--- di Klakson
    adolabab di Klakson
    Sayed Mahdi di Si Pelanggar
  • Pelanggar Saat ni

    tracker
  • IP
  • Pelanggar yang sudah tertangkap

    • 6,118 orang
  • Pelanggar terakhir dari negara
  • RSS Liputan6 – Aktual Tajam dan Terpercaya: RSS 0.92

    • Geng Motor Rusak Kantor Satpam
      08/11/2009 22:09 (Perusakan) Sebuah kantor satpam di SMK Majelis Juang Pendidikan Swadaya, Tasikmalaya, rusak parah setelah dilempari batu oleh puluhan anggota geng motor.
    • Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga Beijing
      08/11/2009 21:59 (Cina) Asap cukup tebal menyelimuti Beijing, Cina, sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas. Biro Cuaca memprediksi serangan asap akan berkurang setelah cuaca dingin tiba siang tadi.
    • Lagi, Warga Batu Merah Saling Serang
      08/11/2009 21:49 (Bentrokan) Menurut sejumlah saksi, bentrokan dipicu sekelompok warga tetangga yang tiba-tiba datang dan menyerang di kawasan Kebun Cengkeh, Batu Merah, Kota Ambon. Selain melukai seorang warga, penyerangan ini mengakibatkan sejumlah kendaraan bermotor rusak parah.
    • Dua Siswa Tewas Saat Latihan Outbound
      08/11/2009 21:10 (Kecelakaan) Dua siswa SMAN 1 Jatisari, Kabupaten Karawang, Jabar, meninggal saat mengikuti latihan outbound. Lina Wulandari dan Wardian ditemukan tewas setelah empat jam tenggelam di Sungai Kalen Bawah, Desa Krasak, Kecamatan Cilamaya Wetan.
    • Anies Baswedan: Informasi TPF Lengkap
      08/11/2009 20:46 (KPK Vs Polri) Anggota TPF Anies Baswedan menyatakan pihaknya memiliki informasi yang lengkap. Namun, tidak menutup kemungkinan TPF memanggil kembali mereka yang terlibat untuk menggali informasi lebih dalam.
    • Antasari: Tak Ada Bukti Bibit-Chandra Terima Suap
      08/11/2009 20:38 (KPK Vs Polri) Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar mengaku tak memiliki bukti kalau dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah menerima suap.
    • Pom Bensin di Jalur Hijau Dibongkar
      08/11/2009 20:28 (Lingkungan) Terdapat puluhan pom bensin yang ditutup karena dianggap berada di jalur hijau dan badan jalan. Tindakan ini untuk menambah ruang terbuka hijau di Ibu Kota.
    • Lagi, Mourinho Coret Santon
      08/11/2009 20:20 (Inter Milan) Masa depan bek potensial, Davide Santon bersama Inter Milan kian diragukan. Untuk kali ketiga secara beruntun, Jose Mourinho mencoret Santon dari skuad melawan AS Roma.
    • Aziz Syamsuddin: TPF Tak Efektif
      08/11/2009 19:53 (KPK Vs Polri) Anggota DPR Aziz Syamsuddin menilai TPF tak efektif dalam penegakan hukum kasus KPK versus Polri. Laporan TPF dan rekomendasi pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersifat politis, bukan hukum.
    • The Blues Incar Pazzini
      08/11/2009 19:38 (Chelsea) Keputusan CAS yang menangguhkan larangan transfer yang dikeluarkan FIFA disinyalir akan menggerakkan Chelsea untuk meminang striker Sampdoria, Giampaolo Pazzini.

Proyek

P

royek. Mendengar istilah ini, terbayang di benak saya, uang mengucur lebat seperti curug. Bayangan ini, saya kira, juga hinggap di benak-benak berbagai kelas masyarakat. Ia buta terhadap kelas. Karena istilah proyek benar-benar menjadi simbol kesejahteraan seseorang. Tidak peduli mereka adalah buruh bangunan, kuli batu, penjual es, tukang ojek, atau pejabat tinggi pemerintah, atau aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Entahlah, kenapa istilah ini begitu menjalar dalam obrolan-obrolan di tongkrongan. Tentu saja, tongkrongan ini pun berbeda-beda tempatnya, sesuai dengan kemampuan membayar bill atau tagihan yang diminta oleh penjual. Kalau penghasilan di bawah Rp 20.000 perhari, tongkrongannya di warung dengan fasilitas Angin Cendela. Jika penghasilannya di atas Rp 150.000 perhari, tongkrongannya sejuk oleh hembusan Air Conditioner. Ya, kedua-duanya menggunakan fasilitas AC. Urusan kepanjangan, tidak usah diomongkan.

Ketika seseorang sudah mengemukakan kata ”proyek” di sela-sela obrolannya, mata rasanya berbinar-binar. Tidak ada rasa lesu yang menggelayut di pikiran. Bahkan, kalau sudah itung-itungan, ”nanti uang itu kita dapat dari sini sekian, dari sono sekian”, ”buat beli ini sekian, buat bayar itu sekian”, dan seterusnya, wah, sampai semalam suntuk bulu-bulu mata seperti berkibar.

Selidik punya selidik, isi proyek yang diobrolkan masing-masing kelas ternyata berbeda. Misalnya, dalam obrolan di sebuah gardu tukang ojek istilah proyek juga muncul. Para tukang ojek ini membincangkan proyek-proyek temannya teman yang punya teman dapat proyek. Mereka menceritakan si temannya teman yang punya teman dapat proyek itu menggebu-gebu, ”Si X ini luar biasa, bos. Bayangkan coba, sekali dapat proyek dia bisa beli rumah dan mobil baru seharga Rp 500 juta,” kata salah satu dari mereka. Tentu saja ini menjadi berbincangan yang bisa meneteskan liur para pengojek yang sehari-hari maksimal mengantongi uang Rp 50.000 termasuk uang cicilan motor yang belum lunas.

Lalu, ada salah satu tetangga si tukang ojek yang sedang berkumpul itu pulang dari kerja. Si pegawai kantor itu tampak wajahnya bercahaya, pertanda bahagia. ”Wah, kayaknya proyeknya lancar, nih?” sapa salah satu dari mereka. Si lelaki itu pun tersenyum bangga. Entah benar, entah salah dugaan si tukang ojek, yang jelas si pegawai itu memberikan sinyal kebenaran. ”Bagi-bagi dong proyeknya, Pak,” ledek si tukang ojek. Di luar dugaan, si pegawai itu benar-benar mendatangi gerombolan tukang ojek itu, dan bilang, ”Begini, Bang, bisa tidak besok teman-teman di sini mengumpulkan bendera merah-putih?” ”Buat apa?” tanya si tukang ojek heran. ”Lho, katanya mau proyek?” jawab si pegawai itu. ”Butuh berapa?” tanya si tukang ojek lagi. ”Tidak banyak. Cuma 200 bendera. Satu bendera dihargai Rp 2.000,” jelas si pegawai. Rupanya, proyek itu seperti itu.

Berbeda dengan kisah orang-orang yang uangnya lebih banyak. Dalam suatu kesempatan, seorang lelaki muda dengan model eksekutif duduk-duduk di sebuah kafe salah hotel bintang lima. Dia tampak tegang, sambil memegang map berwarna coklat. Sesekali tangannya memainkan keypad telepon selularnya yang canggih. Lalu, tidak lama kemudian, seorang lelaki yang agak gendut, bercelana blue jeans, dan berkaos oblong putih mendekati lelaki muda yang sudah beberapa menit hadir terlebih dahulu itu.

”Jadi begini, Pak. Bapak bilang, harga-harga sudah ditentukan dalam dokumen ini,” si esmud itu menyerahkan map coklatnya kepada si gendut. ”Nanti, urusan perizinan dan sebagainya, orangnya Bapak yang akan menyelesaikan. Pak Ndut tidak usah repot-repot untuk mengurus tetek bengek itu. Pokoknya, Bapak hanya pesen semua yang tertulis dalam map coklat ini bisa berjalan secepatnya. Kalau ada masalah-masalah dengan pimpinan Pak Ndut, bilang saja ke Bapak. Sebab, Bapak sudah tahu semua permainan-permainan di instansi tersebut. Ini, Bapak nitip Rp 20 juta dulu untuk biaya operasional.”

Setelah mendapat uang dua puluh juta, si gendut bisa ditemui di kafe-kafe yang bill-nya mahal. Dia tampak duduk-duduk, ber-haha-haha dan asap rokok berkebulan dari mulutnya bersama empat orang yang usianya lebih muda. Lalu, saat pulang, keempat orang tersebut diberi uang, masing-masing satu juta, sambil berpesan, ”Jangan lupa, besok siang aku sudah bisa terima tanda tangan orang sekampung.”

Sebulan kemudian, ada sebuah kampung yang sudah rata dengan tanah. Di sana tampak si gendut, si esmud, dan beberapa orang lain, yang disebutnya sebagai pelaksana proyek.

Tinggalkan Balasan