• Google
  • garudaku
  • Langgar

  • Kasus Pelanggaran

  • a

  • Pembelaan Terakhir

    Yasa di Polisi
    beebread di Klakson
    galuhkusumadewi di Sekolah
    modus kejahatan di Klakson
    yelda di Langgar
    indra kh di Klakson
    Alfiyan di Si Pelanggar
    Alfiyan di Si Pelanggar
    emulty di Klakson
    Aruel di Busway
    GajiKecil di Pajak
    masmintar di Klakson
    aze--- di Klakson
    adolabab di Klakson
    Sayed Mahdi di Si Pelanggar
  • Pelanggar Saat ni

    tracker
  • IP
  • Pelanggar yang sudah tertangkap

    • 6,230 orang
  • Pelanggar terakhir dari negara
  • RSS Liputan6 – Aktual Tajam dan Terpercaya: RSS 0.92

    • Mencuri Semangka, Penjara Menanti
      26/11/2009 22:07 Gara-gara mencuri semangka, Basar dan Kholik dipenjara di Polsek Mojoroto. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan mentah karena pelapor tidak memberi maaf dan meneruskan kasus ini hingga ke meja hijau.
    • Aksi Cerdik Pembobol ATM
      26/11/2009 22:00 (Info Kriminal) Komplotan pembobol ATM berhasil memperdayai nasabah dengan menggunakan alat-alat sederhana yaitu batang korek api dan stiker informasi palsu layanan bank bersangkutan.
    • Al-Qaeda Eksekusi Pejabat Antiteror Yaman
      26/11/2009 21:58 (Al-Qaeda) Seorang pejabat senior keamanan antiteror Yaman yang diculik Juni silam dikonfirmasi telah dieksekusi oleh kelompok Al-Qaeda. Video kematiannya beredar di internet.
    • Soal Cassano, Lippi Tutup Pintu
      26/11/2009 21:05 (Timnas Italia) Pintu bagi Cassano untuk memperkuat Timnas Italia di PD 2010 tertutup sudah. Berdalih punya kriteria sendiri, Marcello Lippi menegaskan tidak memanggil striker Sampdoria itu ke dalam skuad Gli Azzurri.
    • Satu Desember, Mahasiswa Akan Sambangi DPR
      26/11/2009 20:36 Sejumlah tokoh intelektual dan pimpinan ormas pemuda akan bergabung dengan mahasiswa untuk berunjuk rasa di Gedung DPR, 1 Desember nanti. Saat itu bertepatan dengan diadakannya Sidang Paripurna.
    • David Beckham Derita Asma
      26/11/2009 20:32 (Selebritas) David Beckham diketahui menderita asma ketika membela LA Galaxy dalam pertandingan final Piala MLS di Seattle, Washington D.C., AS, semalam.
    • Penyelundupan Bahan "Shabu" Digagalkan
      26/11/2009 20:29 Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menyita hampir 25 kilogram bahan pembuat shabu yang dikirim dari India. Polisi menangkap seorang penerima paket yang juga berkewarganegaraan India berinisial RB.
    • Grant Resmi Tukangi Pompey
      26/11/2009 19:25 (Portsmouth) Akhirnya Avram Grant kembali merasakan atmosfir Liga Premier. Portsmouth resmi mendaulat Grant sebagai manajer. Grant pun tetap menduduki posisi sebelumnya, Direktur Sepakbola Klub.
    • PPATK Bantah Hambat BPK
      26/11/2009 19:15 (Kasus Century) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah tidak kooperatif atau bahkan menghambat data yang dibutuhkan Badan Pemeriksa Keuangan.
    • Dua Penambang Pasir Tewas Hanyut
      26/11/2009 18:58 (Banjir) Dua penambang pasir hanyut terbawa arus Sungai Ciujung, Kabupaten Lebak, Banten, menyusul banjir yang melanda wilayah tersebut. Sebanyak 3.180 rumah juga terendam banjir dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

Tilang

D

itilang? Alamak. Andai saja para polisi itu rajin melakukan operasi setiap hari, tidak kurang seratus orang akan ditilang. Meski Surat Izin Mengemudi (SIM) telah dipunya, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) belum dibayar pajaknya selama dua tahun. Sama saja, bukan. Kalau pun kedua surat tersebut tidak ada masalah, ada saja kekurangannya. Melanggar jalurlah, melanggar lampu merahlah, melanggar rambu-rambu lalu lintaslah, dan masih banyak lagi aturan-aturan yang seharusnya tidak boleh dilanggar.

Sayangnya, para polisi ini tidak terlalu rajin untuk mengoperasi para pengendara kendaraan bermotor. Mungkin polisi juga capek tiap hari bernegosiasi kepada para pelanggar. Dari ribuan kendaraan yang melintas, hanya beberapa polisi saja yang menangani. Maklumlah, jumlah polisi juga tidak terlalu banyak. Kalau polisi lebih banyak dari jumlah pelanggar, pasti polisinya yang paling banyak melanggar, bukan?

Pada suatu malam, polisi berjejer-jejer di tikungan kesayangan. Ya, polisi memang menyukai tikungan. Pasalnya, pelanggar tidak akan tahu kalau mereka diancam. Tiba-tiba saja, ”greg!” Sebuah lampu senter berwarna merah diayun-ayunkan para polisi untuk meminggirkan pengendara bermotor. Dengan cara yang sopan dan santai, polisi ini menanyakan kelengkapan surat-surat kelengkapan berkendaraan. ”Wah, lampu sign anda tidak nyala sebelah, spion anda sangat kecil. Bagaimana ini? Anda melanggar aturan, ini. Bagaimana? Ditilang, ya?”

Bagi beberapa orang, ini bisa ditawar. “Jangan ditilanglah, Pak. Motor ini pinjaman.” Kalau si pelanggar berhasil meyakinkan polisi ini, atau setidaknya polisi memang butuh duit, kertas tilang tidak jadi ditulis oleh polisi. Akan tetapi, bagi beberapa orang berbeda lagi. ”Ya, sudahlah tilang saja.” Berarti, dua minggu kemudian orang ini siap antri di kantor Pengadilan Negeri setempat untuk membayar denda dan biaya perkara.

Dua minggu setelah ditilang, pada tanggal yang telah ditetapkan, kantor Pengadilan Negeri sangat ramai. Ratusan kendaraan motor roda dua berjejer di tempat parkir dadakan. Tidak mungkin ditampung di tempat parkir kantor Pengadilan Negeri, karena pasti berdesak-desakan. Jangankan motornya, orangnya saja berdesak-desakkan.

Para calo pun berjejer seperti menawarkan barang jajanan. Ya, mereka menawarkan jasa pengambilan SIM atau STNK lebih cepat. Urusan harga, hampir sama dengan mengambil sendiri yang penuh dengan peluh. Waktunya pun jauh lebih lama jika mengantri sendiri. Tentu saja, jasa calo ini memang menggiurkan. Sang pemilik SIM atau STNK bisa minum kopi dan merokok santai sebentar, surat-surat yang ditunggu pun datang.

Jika tidak percaya pada calo, silahkan saja mengambil sendiri dari lubang jendela yang sempit. Kalau dilihat dari jauh, hanya kepala para pengantri yang tampak menengada kepada matahari yang terik. Baju, kaos, dan kulit mereka bercucuran keringat, terkadang terlihat sempoyongan karena ada dorongan dari belakang. Seperti kisah di Padang Mahsyar saja.

Setelah lama turut mengantri, ternyata orang-orang di depan jendela itu tidak segera beranjak. Mulanya bisa dimaklumi, pasti mereka juga seperti yang lainnya, mengantri bersama yang lain. Namun, setelah diperhatikan, mereka seperti sengaja menutup jendela kecil itu agar suasana tetap tidak longgar dan tetap menegangkan. Padahal, mereka yang di depan jendela itu bisa mengambil barang-barang yang mereka butuhkan tanpa harus mengantri.

Alamak. Ini dia, strategi mendapatkan uang dari mencalo di tempat pengambilan tilang. Kalau begitu, bayar di jalan saja. Itung-itung membayar kerja polisi berdiri di jalan-jalan. Eh, enak saja. Mending bayar calo yang tidak punya kerjaan dong. Lho, mending buat bayar bensin, atau buat jajan anak. Tiba-tiba saja, kita harus bertanya, ”Siapakah si pelanggar itu?”

3 Tanggapan

  1. Siapa yang melanggar?
    Kita semua mungkin melanggar.
    Siapa yang salah?
    Kita semua mungkin salah.
    Siapa yang punya kuasa untuk menindak para pelanggar itu?
    Jawaban yang terakhir ini harusnya sudah jelas.
    Kenapa mereka diam saja?
    ?

  2. tulisannya enak2 boss..

    tuker link dunk..

  3. @ guh

    kenapa, ya?!! Ah, gak diam saja juga ah… hehehehe cuma kita tidak tahu aja, kali ya?

    @lahapasi

    Rasanya asin, gurih, kenyal atau gimana, bos?
    monggo silahkan…

Tinggalkan Balasan