Posted on Januari 28, 2008 by pelanggar
“K
au mau pilih mana, sekolah gratis atau sekolah yang membayar?” pertanyaan ini tiba-tiba saja meluncur dari mulut berkumis seorang ayah. Lelaki itu sudah kesal pada anaknya. Berulang kali membahas soal sekolah, sang anak selalu mempertimbangkan karena ada teman di sana. Sementara, sang ayah selalu mempertimbangkan keunggulan sebuah sekolah.
Keduanya saling memegang kuat prinsipnya masing-masing. Entah, siapa [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya, Hukum, Sosial | Ditandai: Pasal 31 ayat (4) UUD 1945, sekolah bayar, sekolah gratis, sekolah negeri., sekolah swasta | 11 Komentar »
Posted on Januari 7, 2008 by pelanggar
“P
ajak ini dibayar oleh jalan rusak”, ”Jalanlah di atas bayar pajak yang rusak”, dan “Rusaklah jalan ini dengan bayar pajak”. Itulah tiga kalimat ini hampir terpampang di setiap jalan yang rusak. Untungnya, si penggagas seribu spanduk ini tidak punya uang.
Apa pasal muncul gagasan bikin seribu spanduk itu?
DIarsipkan di bawah: Hukum, Politik, Sosial | Ditandai: 214 juta jiwa bayar pajak, bayar pajak, BPK, jalan rusak, korupsi, KPK, orang kaya, rekayasa pajak | 17 Komentar »
Posted on Januari 1, 2008 by pelanggar
D
i sebuah desa terpencil, kalau ada pencuri yang tertangkap akan dikenai tiga sanksi. Pertama adalah sanksi sosial. Dia akan digosipkan, dikucilkan, dan akhirnya dikasihani. Sanksi kedua, dia harus membersihkan got-got kampung selama satu bulan. Dan ketiga, dia harus membayar sejumlah uang atau batu bangunan untuk memperbaiki fasilitas perkuburan. Maklum, kuburan di desa tersebut selalu saja [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya, Hukum, Sosial | Ditandai: advokat, desa, Hukum, penjara, sanksi | 8 Komentar »