<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sekolah</title>
	<atom:link href="http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/</link>
	<description>Hukum tanpa pelanggar adalah sia-sia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2009 06:29:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: galuhkusumadewi</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-109</link>
		<dc:creator>galuhkusumadewi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 09:29:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-109</guid>
		<description>hm...saya kebetulan sekarang lagi stay di sebuah negara yang sudah menerapkan pendidikan gratis mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi secara gratis, tidak ada pungutan biaya mulai dari SPP hingga buku2 referensi pelajaran dan mata kuliah, semua gratis didapatkan dari sekolah dan universitas2 negeri. seorang calon siswa hanya sekedar menyerahkan kartu identitas sebagai pribumi untuk mendaftarkan diri ke sekolah. seteah itu..calon siswa hanya menyediakan seragam sekolah, sepatu, tas alat2 tulis (bisa didapat dipasar loak dengan harga sangat murah)
akan tetapi...pada fenomena riil nya, masih banyak sekali anak2 usia sekolah yang masih berkeliaran dijalan pada jam2 sekolah, mereka lebih memilih membantu orang tua untuk berjualan daripada sekolah. 
kesadaran akan pentingnya pendidikan masih sangat minim...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hm&#8230;saya kebetulan sekarang lagi stay di sebuah negara yang sudah menerapkan pendidikan gratis mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi secara gratis, tidak ada pungutan biaya mulai dari SPP hingga buku2 referensi pelajaran dan mata kuliah, semua gratis didapatkan dari sekolah dan universitas2 negeri. seorang calon siswa hanya sekedar menyerahkan kartu identitas sebagai pribumi untuk mendaftarkan diri ke sekolah. seteah itu..calon siswa hanya menyediakan seragam sekolah, sepatu, tas alat2 tulis (bisa didapat dipasar loak dengan harga sangat murah)<br />
akan tetapi&#8230;pada fenomena riil nya, masih banyak sekali anak2 usia sekolah yang masih berkeliaran dijalan pada jam2 sekolah, mereka lebih memilih membantu orang tua untuk berjualan daripada sekolah.<br />
kesadaran akan pentingnya pendidikan masih sangat minim&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nina</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-75</link>
		<dc:creator>Nina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 11:20:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-75</guid>
		<description>mungkin sebenarnya yang penting adalah pengertian bahwa &#039;fair isn&#039;t equal&#039;. Bahwa alasan pendidikan gratis itu adalah untuk mengakomodir orang2 yang memang sudah selayaknya  mendptkan fasilitas itu...tapi seharusnya &#039;gratis&#039; bukan berarti &#039;kualitas rendah&#039;......kalo aja sekolah2 yang &#039;international&#039; or &#039;national plus&#039; itu menjalankan CSR atau pemerintah bisa lebih &#039;tegas&#039; untuk menuntut sekolah2 itu utk memberikan sumbangsihnya kepada bangsa ini (hehehe bahasanya....gak kuat) ...baik dari sisi &#039;content&#039; maupun &#039;fasilitas&#039;....sepertinya akan bisa menjembatani &#039;perbedaan kualitas&#039; .....walaupun itu akhirnya tidak akan menjawab segudang masalah pendidikan di indonesia...hehehe.....cak lul..tetap berjuang!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin sebenarnya yang penting adalah pengertian bahwa &#8216;fair isn&#8217;t equal&#8217;. Bahwa alasan pendidikan gratis itu adalah untuk mengakomodir orang2 yang memang sudah selayaknya  mendptkan fasilitas itu&#8230;tapi seharusnya &#8216;gratis&#8217; bukan berarti &#8216;kualitas rendah&#8217;&#8230;&#8230;kalo aja sekolah2 yang &#8216;international&#8217; or &#8216;national plus&#8217; itu menjalankan CSR atau pemerintah bisa lebih &#8216;tegas&#8217; untuk menuntut sekolah2 itu utk memberikan sumbangsihnya kepada bangsa ini (hehehe bahasanya&#8230;.gak kuat) &#8230;baik dari sisi &#8216;content&#8217; maupun &#8216;fasilitas&#8217;&#8230;.sepertinya akan bisa menjembatani &#8216;perbedaan kualitas&#8217; &#8230;..walaupun itu akhirnya tidak akan menjawab segudang masalah pendidikan di indonesia&#8230;hehehe&#8230;..cak lul..tetap berjuang!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lainsiji</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-74</link>
		<dc:creator>lainsiji</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 08:43:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-74</guid>
		<description>waktu kecil... masuk sekolah negeri itu prestasi
sekarang  terjadi pergesern nilai, masuk sekolah negeri itu untuk orang miskin

padahal sekolah negri juga mbayar dan &quot;tarifnya&quot; ga murah-murah amat, lumayan juga nol nya :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waktu kecil&#8230; masuk sekolah negeri itu prestasi<br />
sekarang  terjadi pergesern nilai, masuk sekolah negeri itu untuk orang miskin</p>
<p>padahal sekolah negri juga mbayar dan &#8220;tarifnya&#8221; ga murah-murah amat, lumayan juga nol nya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Arif Budiman</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-73</link>
		<dc:creator>Arif Budiman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 09:46:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-73</guid>
		<description>Iya... Itulah Indonesia... Bangsa yang masih netek walau sudah berumur 60an tahun...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya&#8230; Itulah Indonesia&#8230; Bangsa yang masih netek walau sudah berumur 60an tahun&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: petak</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-72</link>
		<dc:creator>petak</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 02:19:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-72</guid>
		<description>sekolah gratis, dapat uang saku, nanti kerjanya jelas ya,,, sekolah kedinasan,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sekolah gratis, dapat uang saku, nanti kerjanya jelas ya,,, sekolah kedinasan,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: indra1082</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-71</link>
		<dc:creator>indra1082</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 01:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-71</guid>
		<description>Pilih sekolah yang gratis dan dapat sembako, hehehhe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pilih sekolah yang gratis dan dapat sembako, hehehhe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: leah</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-70</link>
		<dc:creator>leah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 22:57:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-70</guid>
		<description>Baru tingkat SD aja dah kayak bayar buat kuliah T_T 
 
Sekolah Negeri yang katanya disubsidi tapi koq tetep mahal.... kabar yag berhembus subsidinya buat bayar guru honorer</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baru tingkat SD aja dah kayak bayar buat kuliah T_T </p>
<p>Sekolah Negeri yang katanya disubsidi tapi koq tetep mahal&#8230;. kabar yag berhembus subsidinya buat bayar guru honorer</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agus rest</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-69</link>
		<dc:creator>agus rest</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 14:46:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-69</guid>
		<description>sebuah wacana demokrasi yg bagus dlm level yg rendah (baca keluarga). anak diajak berdiskusi untuk sbuah keputusan yg lbh baik tentunya, semoga... :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah wacana demokrasi yg bagus dlm level yg rendah (baca keluarga). anak diajak berdiskusi untuk sbuah keputusan yg lbh baik tentunya, semoga&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tumes_semuT</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-66</link>
		<dc:creator>Tumes_semuT</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 18:56:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-66</guid>
		<description>kalau saya suruh milih, saya milih sekolah dan oleh bayaran hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau saya suruh milih, saya milih sekolah dan oleh bayaran hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ata</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-65</link>
		<dc:creator>ata</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 07:18:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-65</guid>
		<description>SETUJU!!!!!!!
selama urusan berada di dunia, tidak ada yang gratis apalagi pengusaha (KAPITALIS)--mereka tidak cari untung duit----tapi cari perhatian, simpati, empati, dukungan, (apapun yang yang tidak materil tapi membelanya---nya)
Apalagi INDUSTRI ROKOK----mereka kasih gratisan agar dimata public barang RACUN (rokok) dianggap saudara----</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SETUJU!!!!!!!<br />
selama urusan berada di dunia, tidak ada yang gratis apalagi pengusaha (KAPITALIS)&#8211;mereka tidak cari untung duit&#8212;-tapi cari perhatian, simpati, empati, dukungan, (apapun yang yang tidak materil tapi membelanya&#8212;nya)<br />
Apalagi INDUSTRI ROKOK&#8212;-mereka kasih gratisan agar dimata public barang RACUN (rokok) dianggap saudara&#8212;-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: areta</title>
		<link>http://pelanggar.wordpress.com/2008/01/28/sekolah/#comment-57</link>
		<dc:creator>areta</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 13:20:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pelanggar.wordpress.com/?p=30#comment-57</guid>
		<description>daku baru tau ada sekolah swasta gratis? gak pernah denger!
sekolah swasta, selain mutu pendidikannya jelas beda, mereka kan juga cari untung. jadi, apa mungin gratis? di negara ini, sekolah dengan pengajar minimal s1 di bidangnya, terlalu mustahil untuk jadi gratis.
daripada musingin sekolah swasta gratis, mending benerin sekolah di desa yang masih gak layak. mosok ada esde yang pengajarnya cuman satu, merangkap jadi guru enem kelas plus kepala sekolah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>daku baru tau ada sekolah swasta gratis? gak pernah denger!<br />
sekolah swasta, selain mutu pendidikannya jelas beda, mereka kan juga cari untung. jadi, apa mungin gratis? di negara ini, sekolah dengan pengajar minimal s1 di bidangnya, terlalu mustahil untuk jadi gratis.<br />
daripada musingin sekolah swasta gratis, mending benerin sekolah di desa yang masih gak layak. mosok ada esde yang pengajarnya cuman satu, merangkap jadi guru enem kelas plus kepala sekolah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
